Selasa, 09 April 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan

I. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris, the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi humanities berkaitan dengan nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanies, disamping tanggung jawabnya yang lain. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.
II. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak padanannya. Terkadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
No. Prosa Lama Prosa Baru
1. Dongeng-dongeng Cerita Pendek
2. Hikayat Roman/novel
3. Sejarah Biografi
4. Epos Kisah
5. Cerita pelipur lara Otobiografi
III. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau secara langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
a) Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau peristiwa itu kejadian yang dikisahkan.
b) Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
c) Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
d) Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dibagi menjadi dua: karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Ada juga yang tentunya menyuarakan keduanya.
Ilmu Budaya Dasar menitik beratkan pada manusia dengan segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.
IV. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
a) Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dan sebagainya.
b) Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
c) Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
d) Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi tertentu.
e) Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan.
Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
a) Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekam dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangakan penyair dalam puisinya.
b) Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Pembaca diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
c) Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang berupa:
a. Penderitaan atas ketidakadilan
b. Perjuangan untuk kekuasaan
c. Konflik dengan sesama
d. Pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Nara Sumber: http://barefputro.blogspot.com/2012/03/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam.html

Jumat, 09 November 2012

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT



PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGERASI MASYARAKAT
v  Perbedaan Kepentingan
Perbedaan kepentingan adalah sifat alami jika ada persamaan kepentingan. Perbedaan kepentingan dari individu maupun kelompok bisa timbul akibat adanya perbedaan pendapat antar individu maupun kelompok dari perbedaan pendapat berubah menjadi perbedaan kepentingan yang akhirnya bias berujung damai ataupun berujung anarkis tergantung dari cara penyelesaiannya.

v  Prasangka Diskriminasi dan Ethosentris
Prasangka dan diskriminasi, prasangka adalah pendapat seseorang tentang sesuatu bahwa itu buruk tanpa memberikan kritik. Prasangka tidak nampak bila tidak dilakukan tindakan, dan bila sudah di lakukan tindakat dari prasangka tersebut itu dinamakan deskriminasi, dengan kata lain prasangka adalah sebuah perbuatan yang tidak nampak dan deskriminasi adalah tindakan dari prasangka yang nampak dan nyata.
Ethosentris sebuah pendapat yang menganggap kebudayaan milik dirinnya adalah benar dan mutlak. Ethosentris adalah sebuah perbuatan tidak sadar yang mengartikan dan menilai kebudayaan lain dengan kebudayaan miliknya sendiri, sikap ini di nilai canggung dan kurang terbuka
v  Pertentangan Sosial atau Ketegangan dalam masyarakat
Pertentangan sosial atau biasa disebut dengan konflik sosial yang biasa di artikan dengan pertengkaran atau perang sebenarnya memiliki arti yang lebih luas. Adapun yang menyebabkan pertentangan sosial yaitu seperti terdapat banyak individu yang terlibat dalam konflik tersebut, terdapat perbedaan pendapat atau tujuan yang sangat signifikan dari pihak-pihak yang bersangkutan, dan terdapat interaksi atau tindakan pada pihak-pihak yang mengalami konflik.
v  Golongan-Golongan yang Berbeda Dalam Integrasi Sosial
Integrasi sosial adalah proses penyatuan dan penyesuaian sifat dan unsure unsur yang berbeda baik dilihat dari segi individu maupun kelompok agar tercapainya keserasian fungsi. Contohnya adalah sebuah individu baru yang datang ke sebuah kelompok dengan budaya yang berbeda dimana kelompok dan individu tersebut bersikap komformitas terhadap kebudayaan satu sama lain tapi tetap tidak melupakan kebudayaan masing masing.
v  Integerasi Nasional
Integerasi nasional adalah kegiatan kerjasama warga Negara yang meliputi seluruh anggota masyarakat, individu, keluarga, maupun lembaga-lembaga dalam suatu Negara tersebut. Integrasi nasional bisa terjadi apabila Negara tersebut telah melakukan integrasi sosial secara baik dan sukses, dimana perbedaan kepercayaan, suku, ras petdapat dan unsur-unsur lainnya bisa disatukan dengan tenggang rasa yang tinggi antarsesama masyarakat.



MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN



MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
v  Masyarakat Perkotaan Aspek-Aspek Positif dan Negatif
Masyarakat adalah kumpulan indvidu individu yang, yang di atur dalam hukum yang sama dan hidup secara bersama, dan untuk menjadi masyarakat juga memiliki syarat yaitu sebagai berikut:
-          Harus ada pengumpulan masyarakat yang banyak
-          Tinggal di suatu daerah dalam waktu yang cukup lama
-          Adanya aturan-aturan yang mengatur mereka dalam mencapai tujuan yang sama

o   Masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan yang nama lainnya adalah urban community perngertiannya adalah masyarakat yang lebih di tekankan pada sifat dan cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan, seperti cara berpakaian, kebiasaan, sifat dan attitudenya. Masyarakat ada 2 yaitu masyarakat desa dan masyarakat kota dan yang tadi itu adalah pengertian masyarakat kota. Ada beberapa cirri ciri masyarakat kota antara lain adalah:
-          Agamisnya kurang bila dibandingkan dengan masyarakat kota
-          Orang kota lebih mandiri dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain
-          Pembagiannya kerjanya juga jelas
-          Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar
-          Pembagian waktu harus lebih teliti bila berada di kota agar dapat terpenuhi kebutuhannya
-          Perubahan sosialnya lebih nampak karena kota cenderung terbuka dengan pengaruh dari luar
perbedaan anata masyarakat kota dan desa:
-          jumlah dan kepadatan penduduk                                 
-          lingkungan hidup
-          mata pencaharian                                                         
-          corak kehidupan sosial
-          stratifikasi sosial                                                           
-          mobilitas sosial
-          pola interaksi sosial                                                      
-          solidaritas sosial
-          kedudukan dalam hierarki administrasi nasional

Hubungan desa dan kota desa dan kota bukanlah sebuah daerah yang saling tidak berhubungan mereka saling berhubungan satu sama lain dan saling membutuhkan. kota membutuhka desa untuk memnuhi kebutuhan hidup mereka sehati hari seperti beras, sayur, daging, ikan, serta buah buahan desa juga merupakan sumber tenaga kerja yang kasar seperti buruh, pekerja bangunan proyek, dan pekerja pembangunan jalan. Begitu juga dengan desa yang membutuhkan kota untuk kebutuhan seperti pakaian, obat-obatan alat alat konstruksi bangunan, pembasmi hama dan alat alat otomotif untuk memenuhi kebutuhan transportasi. Desa juga membutuhkan SDM kota seperti paramedis, montir montir, serta orang kota yang membantu orang desa untuk bidang pertanian peternakan dan perikana.
Aspek positif:
-          Pengetahuan penduduk desa meningkat.
-          Pengeeeetahuan penduduk desa tentang pertanian meningkat, karena adanya sistim tekhnologi
-          meningkatkan hubungan social ekonomi desa dan kota karena
Aspek negatif:
-          Penetrasi kebudayaan kota ke desa yang kurang sesuai dengan tradisi budaya desa
-          Perluasan kota dan masuknya orang berharta ke desa sehingga menggubah tata guna lahan desa
-          Daya tarik kota dalam berbagai bidang menyebabkan tenaga potensial di desa kurang.
-          Muncul masalah baru (pengangguran, tuna wisma,kejahatan,masalah pangan maupun lingkungan).
Berikut adalah  5 unsur lingkungan perkotaan:
-          Wisma : Unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsukan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.
-          Karya : Unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
-          Marga : Unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat yang lainnya didalam kota.
-          Suka : Unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hubiran, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian.
-          Penyempurna : Unsure ini merupakan bagian yang paling penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam ke empat unsur termasuk fasilita pendidikan dan kesehatan, fasilitas keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Fungsi external kota adalah peranan kota tersebut dalam mencangkup wilayah atau daerah yang meliputi atau diliputinya.

o   Masyarakat Pedesaan
Desa adalah suatu tempat disuatu daerah terpencil di sekitar kota yang mempunyai hukum dan aturan aturan sendiri yang mengarah pada tujuan yang sama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Masyarakat pedesaan  adalah masyarakat yang hubungan kekeluargaannya cukup erat di suatu daerah tertentu dan individu disini sangat ketergantungan satu sama lain yang menjujung sifat gotong royong, yaitu sifat dimana individu satu dengan yang lain bekerja sama untuk mencapai sebuah kesejahteraan. Sifat sifat masyarakat pedesaan dan perkotaan sangat berbeda contoh sifat sifat masyarakat desa adalah seperti gotong royong, keagamaan yang masih kental, kekeluargaan yang sangat erat dan kepedulian antar individu yang sangat tinggi.  Macam macam gejala yang sering timbul di desa adalah masalah keagamaan seperti bila ada yang melakukan penyimpangan agama pasti akan ketahuan dan di berisangsi sendiri, dan ada juga gejala konflik fitnah jika ada individu yang tidak mau bergaul antara individu lainnya, karena kekeluargaan yang sangat erat, dan konflik perbedaan kebiasaan karena masyarakat desa cenderung tertutup dengan  pengaruh dari luar. Petani di Indonesia jarang ada yang makmur karena petani di Indonesia jika sedang menanap dan saat belom panen banyak yang sudah di bayar dimuka dan jika panen di bayar setengahnya jadi dengan budaya seperti itu petani banyak yang kurang makmur kehidupan ekonominya. Dalam pembentukan sebuah desa terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
-          Daerah/wilayah yang merupakan tempat tinggal dan tempat beraktivitas
-          Penduduk adalah terkait dengan kualitas dan kuantitas
-          Tata kehidupan atau aturan – aturan yang berhubung langsung

Perbedaan maysarakat pedesaan dan perkotaan umumnya perbedaan masyarakat desa dan kota adalah perbedaan sifat, kebiasaan, dan kegiatan mereka sehari hari itulah hal yang membuat mereka berbeda satu sama lain dan biasanya perbedaan perbedaan tersebut sangat nampak dan sangat nyata bila dilihat dari individu indivudu masing masing.

Kamis, 01 November 2012

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT



PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
·         Pelapisan Sosial
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial adalah perbedaan masyarakat kedalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Pelalpisan sosial terjadi karena adanya dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial yaitu ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan dan wewenang, ukuran kehormatan, dan ukuran ilmu pengetahuan.
Perbedaan sistem dalam masyarakat ada 3 yaitu sistem masyarakat yang tertutup, sistem pelapisan masyarakat yang terbuka, dan sistem sosial campuran. Dalam sistem masyarakat yang tertutup perubahan lapisan sosial dari tingkat atas ke tingkat bawah maupun dari tingkat bawah ke tingkat atas sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin terjadi, perubahan sosial ini terjadi hanya saja jika ada hal-hal yang istimewa. Lain dengan sistem pelapisan masyarakat yang terbuka disini masyarakat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertical dan horizontal. Sistem sosial campuran adalah gabungan dari sistem sosial terbuka dan tertutup.
Berikut ini adalah teori-teori pelapisan masyarakat:
1)        Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2)      Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3)      Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.



·         Kesamaan Derajat

Didalam hidup berbangsa dan Negara ada kesamaan yaitu kesamaan derajat yanga da di masrakat, yang tercantum dalam undang-undang dasar tahun 1945
Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

·         Elite dan Masa

Pengertian elit adalah orang-orang atau sekelompok individu yang menempati kedudukan yang tinggi. Elite biasanya menempati puncak tertinggi dalam pelapisan masyarakat dan ada bidang bidangnya antara lain, politik, ekonomi, militer, diplomatik, agama, dan pendidikan. Para semama elite berfungsi bekerja sama dengan elite di bidang lain untuk memegang strategi untuk bekerja dengan sebaik baiknya.

Masa atau crowd adalah sekumpulan individu-individu yang banyak, dan pada umumnya di dalam masa tidak terdapat struktur. Ciri-ciri masa adalah adanya ikatan batin di karenakan kesamaan tujuan, adanya kesamaan norma dikarenakan memiliki jalan fikiran yang sama.
Dan adanya struktur yg jelas dimana adanya pemimipin dalam kumpulan tersebut.